Sambutan Dekan

INTRODUKSI DAN EVOLUSI SAINS DAN TEKNOLOGI DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN DI BANTEN 

(VIVA TRANSFORMASI UIN SMH BANTEN DAN REFLEKSI BERDIRINYA FAKULTAS SAINS) 

Dr. Asep Saefurohman, M.Si

Banten yang secara historis dan geografis berada pada posisi yang sangat stategis, dengan infrastruktur industri yang baik sangat penting artinya bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas SDM. Kondisi geografis Banten yang strategis telah menjadikan Banten sebagai pusat industri mulai dari hulu sampai industri hilir, termasuk industri manufaktur yang sarat dengan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, kondisi  objektif ini menjadikan arah dan orientasi pembangunan di Banten yang sebelumnya bersifat agraris sentris berubah secara drastis dan signifikan menjadi daerah industri sentris.

Pembangunan Banten yang bersifat industri sentris yang sarat dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi harus pula diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia yang berorientasi pada pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya peningkatan sumber daya manusia di Banten yang berbasis pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan suatu keharusan jika dikaitkan dengan kesiapan Banten menjadi pusat industrialisasi. Dalam hal ini penyiapan SDM yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi berperan sebagai software yang mutlak dibutuhkan. Dengan adanya SDM yang menguasai teknologi, maka masyarakat Banten akan berperan aktif dalam pembangunan sektor industri.

Sumber daya manusia Banten merupakan aset dan sebagai modal (Capital) dalam pembangunan dituntut untuk lebih menguasai ilmu pengetahuan yang berbasis sains dan teknologi. Hal ini bertujuan untuk lebih mensinkronkan sumber daya manusia Banten dengan arah perubahan dan orientasi pembangunan di Banten. Oleh karena itu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis sains oleh sumber daya manusia Banten merupakan suatu keharusan yang bersifat absolut agar SDM Banten tidak merupakan SDM yang tertinggal dan tidak dapat berperan aktif dalam pembangunan industri di Banten. 

Perguruan tinggi merupakan institusi penyelenggara pendidikan tertinggi yang memiliki kewenangan, otonomi, dan integritas akademik yang secara langsung berperan secara nyata untuk menghasilkan outcome sumber daya manusia yang handal dan mempunyai kapabilitas ilmu pengetahuan dan teknologi. Eksistensi suatu perguruan tinggi dinilai dari kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia yang tangguh, handal dan mempunyai akseptibitas terhadap zaman dan globalisasi.  Oleh karena itu kesesuaian antara outcome perguruan tinggi dengan paradigma dan orientasi pembangunan mutlak dibutuhkan untuk mensinkronkan antara pembangunan infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia.

Oleh karena itu, kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualitas dengan stressing pada pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat relevan dan berkorelasi positif dengan upaya-upaya perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu lulusan/outcome. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya terdepan dalam wacana dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga sudah selayaknya harus terlebih dahulu leading dalam hal pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini sangat sesuai dengan salah satu fungsi perguruan tinggi yaitu sebagai salah satu lembaga pendidikan yang melakukan riset dan penelitian sekaligus harus menempatkan diri sebagai Centre of Science and Research.

Terkait dengan berbagai urgensi di atas maka perguruan tinggi yang menjadi pusat referensi ilmu pengetahuan dan teknologi berusaha mengiringi perkembangan globalisasi ilmu pengetahuan dan teknologi melalui serangkaian kajian dan eksperimen yang berbasiskan laboratorium sains dan teknologi. Hal ini sesuai dengan perubahan orientasi dan arah pengembangan perguruan tinggi yang sejalan dengan globalisasi ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang berbasais sains dan MIPA.

Perguruan tinggi di Banten adalah secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu perguruan tinggi umum dan perguruan tinggi agama. Walaupun tidak ada batasan jelas secara normatif mengenai kategorisasi ini, tetapi realitanya pembagian kategori perguruan tinggi umum dan agama ini cukup logis. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Banten kurang lebih terdapat 5 Universitas, 33 Sekolah Tinggi, 21 Akademi, dan 3 Politeknik dan jumlah ini semakin bertambah sesuai perkembangan pendidikan di provinsi Banten.

Transformasi IAIN SMH Banten menjadi UIN SMH Banten

Perubahan mendasar atau milestones perguruan tinggi agama di Banten adalah dengan adanya transformasi salah satu perguruan tinggi agama negeri, IAIN SMH Banten menjadi UIN SMH Banten. Signifikansi perubahan dan tranformasi institusi ini adalah, dengan berubah dari Institut keagamaan menjadi Universitas Islam Negeri, maka kapasitas dan multiplikasi positif  UIN SMH Banten memiliki kesetaraan dengan universitas lainnya di Banten yang negeri misalkan Untirta. Selain itu, UIN Banten juga dapat membuka fakultas, jurusan, dan program studi yang berbasiskan Sains dan Teknologi, seperti Fakultas Sains dan Teknologi yang didalamnya terdapat jurusan MIPA (Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi), Fakultas Farmasi bahkan Fakultas Kedokteran. UIN SMH Banten akan memberikan pilihan dan bahkan menjadi tujuan masyarakat Banten untuk menuntut ilmu karena kekhasan secara kurikulum di UIN SMH Banten, misalkan jika seorang mahasiswa belajar di jurusan Kimia, maka secara softskill mahasiswa juga akan memilki kapabilitas dalam memadukan ilmu keagamaan dan kimia, sehingga diharapkan menjadi sarja Kimia lulusan UIN SMH Banten yang paripurna, tidak hanya ahli kimia tetapi juga ahli agama. Hal ini yang tidak bias didapatkan diperguruan tinggi umum lainnya.

Hal ini akan menjadi daya ungkit bagi perguruan tinggi agama lainnya di banten agar semakin meningkatkan kualitas baik mutu SDM Dosen maupun lainnya sesuai SN-Dikti yang reperesantasikan secara tegas oleh BAN-PT dengan perguruan tinggi yang terakreditasi sesuai standar perguruan tinggi (9 standar, sebelumnya 7 standar). Dari jumlah perguruan tinggi di atas, maka jumlah perguruan tinggi agama mencakup setengah dari jumlah perguruan tinggi yang ada di Banten secara keseluruhan, yang tersebar dari daerah Tangerang sampai kabupaten Lebak tetapi akreditasi institusi maupun program studinya masih perlu ditingkatkan.. oleh karena itu, sesuai dengan perubahan paradigma dan  arah oreintasi pendidikan untuk penyeimbangan kajian keilmuan religius dan keilmuan sains/MIPA, maka perguruan tinggi agama seperti halnya UIN SMH Banten sebaiknya melakukan serangkaian langkah yang strategis dan signifikan dengan menawarkan kajian keilmuan yang dapat membekali mahasiswanya tidak hanya dengan pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis sains, tetapi tetap berlandaskan etika dan moral agama, yaitu dengan memadupadankan keilmuan umum dan agama menjadi terintegrasi. Sifat dasar keilmuan sains dan teknologi berdasarkan asumsi bahwa pada penguasaan ilmu pengetahuan berbasis sains/MIPA tidak hanya cukup belajar secara teoritis tetapi justru harus dan mutlak diiringi dengan kegiatan eksperimen dan penelitian akan menjadikan lulusan perguruan tinggi agama memiliki kompetensi logika yang mumpuni.

Wallahualam bishawab.

Scroll to Top
Scroll to Top